SALAH KAH MEDSOS ???
Belakangan ini, mengemuka wacana tentang perpecahan di antara masyarakat Indonesia. Pemantiknya ada di "jantung" ibukota lewat "hajatan" pesta demokrasi rakyatnya.
"Hajatan" yang seharusnya dinikmati, dipestakan, dimeriahkan, disuka-citakan, menyambut pioneer "pelayan" rakyat, malah berujung konstelasi polarisasi pengusung panji takfiri dan pengusung semboyan tamkiri.
"Hajatan" tak lagi nikmat, sumringah, suka-cita, gegap gempita, menjadi aksi "bakar lilin" menebus yang di dalam jeruji besi, hingga penantian kembalinya Imam Besar ke Tanah Air, katanya demi hukum, "hajatan" berujung penegakkan hukum.
Demikian, adalah paparan hasil sirkumtansi derap-langkah dunia nyata nyata maupun maya via medsos.
Nampaknya, kehidupan sekarang ini, ranah publik terdominasi melalui konsumsi dunia maya via medsos. Tak ayal, kemudian, para pengamat mensinyalir segala hiruk pikuk di atas merupakan output konsumsi publik melalui medsos.
Tapi, apakah adil, kalau selanjutnya medsos dijadikan biang keroknya? Ataukah demikian merupakan simplikasi dari permasalahan yang sudah mengakar kuat dalam "denyut nadi" bangunan kebudayaan dan peradaban kita??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar